LOESTROEM

Berdasarkan data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung berada di angka minus 2 Persen (Ema Sumarna, 2021) akibat pandemi COVID-19. Alhasil, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung berkurang sebanyak 1 triliun rupiah akibat melemahnya sektor jasa dan menurunnya daya beli masyarakat.

Maka dari itu, pemerintah Kota Bandung pun mendorong pelaku UMKM untuk berkreasi dan berinovasi, salah satunya melalui industri makanan lokal. Dalam keberjalanannya, industri makanan lokal ini pun direncanakan untuk dapat diakomodir dalm berbagai jenis bentuk ruang, salah satunya yaitu Food Hub.

FOOD HUB DALAM
LENSA ARSITEKTUR
DI MASA PANDEMI

Food Hub adalah sebuah ruang yang memfasilitasi proses pengumpulan, penyimpanan, produksi, distribusi, dan penjualan dari sebuah produk makanan. Proses-proses tersebut melibatkan vendor makanan/UMKM dalam bentuk kedai/warung dan masyarakat umum sebagai konsumen dalam sebuah ruang yang hidup—menempati ruang publik kota atau suatu kavling.

Namun, Food Hub di Kota Bandung tersebar pada lokasi tidak teratur yang menyebabkan radius pelayanannya tidak merata akibat layanan sistem transportasi publik yang sulit dikases dari jangkauan. Minimnya penataan ruang sekaligus kontrol yang lemah terhadap protokol kesehatan selama masa pandemi pun merupakan isu yang perlu ditinjau. Upaya-upaya tersebut penciptaan Food Hub yang dapat menciptakan sebuah apresiasi untuk mendukung pertumbuhan makanan lokal sekaligus proses jual-beli pada perekonomian setempat.

OUR LATEST RECAP

Missing out on one of our events? Kill your fear of missing out here.

Click on the icon.

our events

Go check them out on our event gallery page!

Click on the icon.

HIGHLIGHTS

What do we have for today?

Never Miss The Latest Updates

Check out our other social media for more information. Feel free for any inquires.